BIDA'AH DHALAALAH YG DIHARAMKAM
Sekali Lagi Katanya Tahlil, Doa ramai2 selepas solat, Yasin dibaca ramai2 Dan Sambut Maulud Nabi Itu Bida'ah Dhalaalah Yang Diharamkan Kerana Nabi Saw Tidak Mengerjakannya !
Sesuatu yg tidak dikerjakan Nabi Saw itu bukan menjadi sebab diharamkannya merintis atau memulai perbuatan2 baik yg ada sandarannya dari Kitabullah dan Sabda Rasulullah Saw !
Bukankah Allah SWT telah berfirman: "APA YG DIBERIKAN RASULULLAH KEPADAMU MAKA TERIMALAH DIA DAN APA YG DILARANGNYA BAGIMU MAKA TINGGALKANLAH.." (QS. Al Hasyr ayat 7)
Jadi yang diharamkan oleh Agama itu adalah yang dilarang Nabi Saw, bukan yg tidak dikerjakan Nabi Saw.
Mengumpulkan Qur'an tidak pernah dilakukan Nabi Saw, tetapi Khalifah Abu Bakar melakukannya kerana dianggap perkara baru yg baik.
Begitu pula solat terawih berjamaah yg tidak ada perintah dari Nabi Saw dan Nabi Saw melakukan solat terawih sendiri dikamarnya.
Tetapi Umar Al Khathab memerintahkan kaum muslimin untuk melakukan solat terawih berjamaah, dan mengatakannya sebagai perbuatan bida'ah yg baik (ni'matil bida'atu hadzihi) !
Dan banyak lagi perkara2 baru yg dirintis oleh para Sahabat, Tabi'in dan Tabi'ittabi'in seperti 2 kali azan solat Juma'at, pengumpulan dan pembukuan hadis2 Nabi Saw.
Bahkan ulama2 Imam Mazhab merintis dengan menulis dan membukukan kaedah usul fiqh.
Para Sahabat, Tabi'in dan Tabi'ittabi'in adalah generasi Salafi. Mereka adalah generasi terbaik dari umat Islam yg dibanggakan Nabi Saw, tetapi mereka merintis dan membuat-buat perkara baru dalam Agama.
Apakah dengan begitu mereka menentang perbuatan Nabi Saw "KULLA MUHDATSATIN BIDA'AH, WA KULLA BID'ATIN DHALAALAH" ?
Tentu saja mereka tidak menentang hadis Nabi Saw tersebut !
Mereka sangat faham mengenai perkara Agama dan mengerti apa yg diajarkan Nabi Saw !
Mereka tahu bahawa Nabi Saw menyatakan agar berhati-hati di dalam menghadapi perkara baru atau bida'ah agar terhindar dari perbuatan bida'ah yg buruk atau sesat (dhalaalah).
Sebab itulah Nabi Saw tidak pernah melarang perbuatan bida'ah sepanjang perbuatan bida'ah itu baik. Untuk itu Nabi Saw memberi petunjuk dengan mengatakan : "SIAPA SAJA MERINTIS ATAU MEMULAI DALAM ISLAM PERBUATAN BAIK MAKA BAGINYA PAHALA, DAN SIAPA SAJA MERINTIS ATAU MEMULAI DALAM ISLAM PERBUATAN BURUK MAKA BAGINYA DOSA" (HR. Muslim).
Jadi merintis atau memulai perkara baru dalam Agama Islam (yg tidak pernah dilakukan Nabi Saw) disebut perbuatan bida'ah. Tetapi Nabi menjelaskan pula bahawa ada perbuatan bida'ah yg baik dan ada pula perbuatan bida'ah yang buruk sebagaimana dijelaskan dalam hadis yg diriwayatkan Imam Muslim diatas.
Dengan sebab inilah para Sahabat, Tabi'in dan Tabi'ittabi'in merintis perkara baru yg baik atau mengerjakan perbuatan bida'ah yg baik.
Abu Bakar dan Umar Al Khathab berijtihad dan memohon petunjuk Allah sebelum memutuskan utk mengumpulkan Qur'an. Mereka berijtihad sesuai dengan petunjuk Nabi Saw ketika mengutus sahabat Muadz bin Jabal ke Yaman di dalam menghadapi perkara2 baru yg tidak dinyatakan dalam Kitabullah dan Sunnah Rasulullah (Hadits diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi).
Dengan inilah yg dilakukan oleh para Imam Mazhab, yaitu berijtihad sewaktu merintis, menulis dan membukukan ilmu usul fiqh, serta mengumpulkan dan membukukan hadis2 Nabi Saw seperti kitab Muwatha yg ditulis Imam malik.
Ulama2 Khalaf dari generasi setelahnya juga merintis perkara2 baru alias bidaah, seperti merintis peringatan Maulud Nabi dengan besar2an yg dilakukan oleh sheikh Umar bin Muhammad al Mala' diabad ke 5 Hijrah. Kemudian Ibnu Taimyyah di abad ke 7 juga merintis pembahagian Tauhid (Rububiyah dan Uluhiyah).
Ulama2 lainnya tidak ketinggalan merintis pula perkara2 baru sesuai tuntutan zaman dan perkembangan dan perubahan masyarakatnya.
Muncullah perkara2 baru seperti kebiasaan Tahlil, Yasin dan lain2.
Bahkan dimasa sekarang ulama2 Saudi merintis perkara baru berupa pelaksanaan Tawaf bukan mengelilingi Kaabah tetapi berputar2 diatas Kaabah !
Kerana itu kalau saudara2ku mengharamkan atau membid'ahkan amalan2 yg tidak pernah dilakukan Nabi Saw seperti Tahlil, Yasin, Doa lepas solat, Maulud Nabi dll.. tentulah saudara2ku telah terkeliru dan melakukan kesalahan di dalam memahami ajaran Islam.
Apakah saudara2ku akan mengharamkan atau membid'ahkan amalan2 yg dirintis para Salafusolehin dan Imam Mazhab yg tidak pernah dilakukan Nabi Saw ?
Apakah saudara2ku akan mengharamkan dan membida'ahkan perbuatan Ays-Syathibi yg merintis kaedah Maslahah Mursalah dan Ibnu Taimyyah yg mempelopori pembahagian Tauhid Rububiyah dan Tauhid Uluiyah ? membina rumah anak yatim dan sekolah pondok??
Apakah saudara2ku akan mengharamkan dan membida'ahkan perbuatan ulama2 Saudi yg menyuruh orang2 bertawaf dengan berputar-putar diatas Kaabah bukan mengelingi Kaabah sebagaimana dilakukan Nabi Saw ?
Semoga Allah Swt memberi hidayah dan petunjuk-Nya bagi kita semua, aamiin.
Comments
Post a Comment